Jumat, 23 April 2010

Pentingnya nilai-nilai tradisional bagi remaja masa kini

Nilai-nilai tradisional sangatlah penting bagi remaja, apalagi remaja masa kini. Sayangnya, remaja-remaja masa kini kurang menghormati dan memperdulikan nilai-nilai tradisional yang telah ada. Nilai-nilai tradisional yang dimaksud termasuk menghormati, gotong royong, sopan santun, membungkuk dan menyapa, dan nilai-nilai moral positif yang lain. Sebagai contoh simpel, budaya gotong royong di Indonesia yang bernilai positif sekarang sudah hampir terkikis habis. Kebanyakkan individual sudah tidak mau tahu dan peduli dengan orang lain.


Pada dasarnya, nilai-nilai tradisional Indonesia adalah positif. Beberapa contoh adalah sopan santun, ketaatan, dan kebersamaan. Semua nilai-nilai ini condong membuat dampak positif. Namun, karena remaja-remaja sudah tidak peduli kepada nilai-nilai tersebut, remaja bisa condong melakukan hal-hal yang negatif. Sekarang ini, remaja-remaja menghabiskan harinya menyimak film di tv yang merupakan pengaruh dari negara lain. Jadi, mereka jarang-jarang berkumpul dengan komunitas untuk melakukan kerja bakti dan hal-hal yang positif yang bisa memperbaik bangsa. Dari contoh diatas, bisa dilihat bahwa jika remaja tidak memegang nilai-nilai tradisional, bukan hal-hal yang baik yang akan muncul malah hal-hal yang negatif.


Nilai-nilai tradisional memang diperlukan untuk membangun karakter remaja. Nilai-nilai Indonesia bisa menciptakan remaja-remaja yang lebih baik dan juga membangun rakyat dan komunitas yang lebih unggul. Karakter remaja yang lebih sering menempel pada nilai-nilai tradisional, pasti memiliki karakter yang lebih baik dari mereka yang tidak mengenal nilai-nila tradisional. Bukankah begitu? Buktinya, anak seorang ibu yang menginjak umur 17 sudah mulai mengenakan anting. Ibunya terkejut-kejut karena pasalnya, ia remaja yang baik-baik saja, dan cenderung disukai oleh teman, guru, maupun orangtuanya sendiri karena selalu berperan sesuai harapan. Juga sudah banyak remaja yang men-tato dirinya dan menganggap dirinya keren. Jadi kita bisa melihat bahwa remaja yang terbawa dunia modern dan meninggalkan nilai-nilai tradisional lebih condong berkarakter tidak baik.


Nilai-nilai tradisional juga penting karena jikalau remaja masa kini menjaga nilai moral tersebut, maka karakter remaja-remaja generasi berikutnyapun juga bisa tertolong. Mereka bukan hanya memperbaik diri mereka sendiri, tetapi juga mempengaruhi dan membangun karakter generasi-generasi selanjutnya. Denga begitu, ikatan rantai ini aka terus berjalan dan hal-hal positif bisa terlihat. Kebudayaan tradisional Indonesia yang baik juga bisa terlihat oleh bangsa-bangsa lain. Dan nama Indonesia bisa dijunjung tinggi karena itu. Dengan menghargai budaya lokal, seorang remaja juga telah berupaya mengikat sikap dan perilaku dalam dalam bermasyarakat untuk lebih apresiasif terhadap nilai-nilai kebaikan.


Salah satu sebab utama mengapa remaja-remaja masa kini adalah dampak dari teknologi dan budaya dari tempat lain. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai budaya tradisional mulai terlupakan oleh generasi muda akibat teknologi.Maka dari itu, solusi agar remaja bisa menghargai nilai-nilai tradisional adalah mengurangi, bahkan kalau bisa memotong ikatan antara mereka dan teknologi dan pergaulan yang buruk. Cara lain juga termasuk memberikan pelajaran tentang budaya kepada generasi muda terutama di kalangan usia sekolah, dengan melibatkan mereka dalam seluruh kegiatan budaya tradisional.


Nilai-nilai tradisional sudah terbukti pentingnya untuk remaja. Sebagai remaja, kita harus menetapkan nilai-nilai tersebut sebagai prinsip di hidup kita. Sehingga, hidup kita bisa lebih berarti, baik dan berguna bagi orang lain. Ketika hal-hal itu bisa dipegan erat oleh remaja-remaja, kita bisa lihat kekompakkan remaja secara positif dan kemampuan mereka yang hebat. Sudah saatnya remaja tidak tinggal diam. Sebagai remaja, kita harus tetap menjaga nilai-nilai tradisional dan meraup keuntungannya. Mulailah dengan diri sendiri dan orang-orang didekat kita, lalu bersama-sama kita mengubah dan memperbaiki zaman ini!


Sumber: http://www.batukar.info/news/nilai-budaya-tradisional-mulai-terpinggirkan
http://djogjalicious.wordpress.com/2009/11/08/remaja-dan-budaya-lokal/
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/07/10363343/Remaja..Dunia.Penuh.Ekspresi

Oleh Adrian Kurnia 11.3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar